AfterOil : Ketika Tidak Ada Lagi Minyak Bumi

0
702

Bogor, MuaraIndonesia.comOleh : Muhaimin Iqbal (Chairman at New Energy Asia)

Orang-orang yang berbaris mendorong bajaj adalah pemandangan yang paling umum nampak di jalan-jalan Sri Lanka. Tinggal satu dua bajaj yang berani jalan, karena kalau kehabisan bahan bakar di tengah jalan masih bisa didorong.

Bajaj-bajaj tersebut didorong ke pom bensin terdekat dan menambah panjang antrian dengan bajaj-bajaj lain yang sudah menunggu berhari-hari di sana – entah kapan bajaj-bajaj ini akan dapat berjalan kembali karena bahan bakar negeri itu sudah benar-benar habis.

Inilah zaman yang sejak beberapa tahun lalu sudah kami kaji – zaman ketika minyak bumi habis di suatu negeri, zaman yang kami sebut AfterOil. Hanya dalam kajian kami selama ini luput memperhitungkan faktor pandemi dan perang Ukraina, sehingga kami duga zaman itu hanya akan di alami negeri-negeri di dunia di kisaran tahun 2030-an.

BACA JUGA  Penampakan BBM - Bahan Bakar Multiguna

Kasus Sri Lanka menyadarkan kita bahwa zaman itu ternyata bisa datang jauh lebih cepat oleh faktor yang tidak bisa kita duga sebelumnya.

Namun alhamdulillah litbang kami sebenarnya sudah siap dengan produk yang dipersiapkan untuk menghadapi zaman AfterOil ini, yaitu bahan bakar yang diproduksi dengan tidak melibatkan minyak bumi sama sekali.

Bisa diproduksi dari minyak nabati apapun, hasilnya adalah rantai bio-hidrocarbon lurus – alkanes dengan berbagai panjang rantai C yang sesuai untuk kelompok biogasoline, biojet, green diesel bahkan juga LPG.

Secara umum bahan bakar dari minyak nabati yang telah dirubah menjadi alkanes yang berkarakter sama persis dengan bahan bakar dari minyak bumi ini disebut Drop-in Biofuels.

BACA JUGA  Penampakan BBM - Bahan Bakar Multiguna

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.