Menguji Anggaran Dasar Parpol Tidak Menimbulkan Kekacauan Hukum

0
114

Jakarta, MuaraIndonesia.com – Yusril Ihza Mahendra tersenyum menyaksikan Ulah pengacara dan aktivis partai Demokrat yang hari ini ramai-ramai datang ke Kemenkumham menyerahkan berbagai bukti dan dokumen “untuk mementahkan uji materil” yang dilakukan Yusril. Padahal semua orang tahu uji materil itu diajukan ke Mahkamah Agung. “Apa sekarang badan Yudikatif sudah bergeser ke Kemenkumham ya?” Tanya Yusril.

Dijelaskan bahwa Dokumen yang diserahkan oleh pengacara dan petinggi partai Demokrat ke Kemenkumham itu adalah tanggapan atas permohonan JR yang diajukan 4 anggota PD yang di pecat melalui Yusril. Selain Dokumen diserahkan pula alat bukti serta keterangan ahli.

“Yang agak mengherankan Saya adalah diserahkannya surat Pencabutan Hak Uji Materil dari satu Pemohon. Emang mereka Pengacara Pemohon yang mencabut Kuasanya? tegas Yusril.

Menurut Yusril, lazimnya pemberi kuasa mencabut surat kuasa kepada pengacara yang diberi kuasa dan pengacara itula yang memberitahukan surat pencabutan tersebut ke Pengadilan.

BACA JUGA  Kecamatan Kelapa Kampit Menerapkan Pengawasan dan Penegakan Hukum Kedisiplinan Protokol Kesehatan COVID-19

“Saya sendiri sebagai penerima kuasa belum menerima pencabutan kuasa itu. Rupanya surat pencabutan itu ada pada pengacara Demokrat. Jangan-jangan ada Hitler yang nyuruh cabut surat kuasanya” Kata Yusril.

Yusril menilai pengacar dan petinggi Partai Demokrat seperti tidak tahu harus berbuat apa menghadapi JR ke Mahkamah Agung ini, Menkumham adalah pihat Termohon dalam perkara ini.

“Sebagai advokat yang sudah lama malang melintang di dunia Peradilan, baru kali ini saya menyaksikan ada advokat yang ramai-ramai datang menyerahkan jawaban, alat bukti dan keterangan ahli kepada Termohon, padahal jika mereka merasa sebagai pihak, mereka harusnya tahu semua itu harus diserahkan ke Pengadilan” terangnya.

Sementara mantan Sekjen PD Hinca Panjaitan terus – menerus melontarkan aneka hujatan terhadap langkah hukum Yusril ke MA. Langkah hukum JR ke MA menurut Hinca bukanlah terobosan hukum melainkan penyesatan hukum. Karena AD/ART partai bukanlah peraturan perundang-undangan. Tokoh lain dari Tim Hukum DPP Demokrat Menhob menuduh Yusril secara sengaja menciptakan kekacauan hukum karena nanti AD Ormas bahkan AD Perseroan Terbatas bisa di uji ke MA.

BACA JUGA  Direktur Helmi Center Syaiful Lizan,SIP, M. Si Beri Bantuan Beras Untuk Nelayan Air Lintang Kecamatan Tempilang

Mengahadapi serangan itu, Yusril mengatakan setiap orang asal mempunyai kedudukan atau legal standing bisa menguji peraturan apa saja.

“Jika ada Kades membuat aturan yang boleh tinggal di desanya hanya penganut Islam saja atau hanya penganut Kristen saja, Peraturan Kades itu bisa diuji ke MA karena bertentangan dengan UU Pemerintahan Desa dan UU Administrasi Pemerintahan. Terang Yusril.

Begitu juga Ad Perseroan Terbatas bisa saja diuju oleh pemegang sahamnya yang merasa dirugikan karena mengaggap AD Perusahaannya bertentangan dengan UU PT. Kalau dia bukan pemegang saham dan tidak ada hal yang merugikan hak hukumnya, maka dia tidak punya kedudukan hukum atau legal standing untuk menguji

BACA JUGA  BUTUH SURAT PENGHANTAR DARI DISHUB BELTIM UNTUK UJI KIR KE DISHUB BELITUNG

Jadi tidak semua orang bisa menguji peraturan atau AD. Dia bis menguji kalau punya kedudukan hukum, yakni adanya kerugian yang nyata akibat berlakunya suatu aturan hukum didalam Anggaran Dasar.

AD Partai bisa saja diuji dengan UU Parpol dan UU HAM. Misalnya, kalau partai itu menganut faham Nazi yang bertentangan dengan Pancasila, Struktur Kepemimpinan Partainya mencerminkan pola kediktatoran dan nepotisme yang bertentangan dengan Demokrasi.

AD Partai seperti itu diuji saja ka MA agar dapat dibatalkan. Tidak akan timbul kekacauan karena ia diuji di MA, yang kacau justru yang membiarkan nya, tutupnya.(//MI**)

Sumber : Matara Indonesia
Editor : Wanda

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.