Santri di Sumsel Tewas Diduga Dianiaya Kakak Kelas, Polisi Periksa CCTV

0
60

Palembang, MuaraIndonesia.com РKasus tewasnya seorang santri inisial K (13) di Prabumulih, Sumatera Selatan, terus diselidiki polisi. Polisi menyebut K diduga dianiaya oleh kakak kelasnya.

“Pelakunya diduga anak di bawah umur juga, kakak kelas korban,” ungkap Kapolres Prabumulih AKBP Siswandi ketika dimintai konfirmasi, Kamis (9/9/2021).

Siswandi mengatakan pihaknya masih terus menyelidiki terkait penyebab tewasnya Santri K. Dalam kasus ini, polisi lebih ekstra dalam mengambil langkah. Sebab, kata Siswandi, korban dan terduga pelaku merupakan anak di bawah umur.

“Penyebab validnya masih kita dalami. Karena apa, karena ini kan perlu perlakuan khusus. Kan, anak di bawah umur ya. Kita kan lihat psikologi anaknya juga, psikologi dari keluarganya juga,” kata mantan Kasat Narkoba Polrestabes Palembang itu.

BACA JUGA  Hari Buku Sedunia - Menggugah Minat Membaca Generasi Milenial (Metode Baca Bung Karno dan Hatta)

Pihak pondok pesantren, kata dia, sampai sejauh ini kooperatif dalam memberikan keterangan, termasuk memberikan bukti rekaman CCTV di ponpes tersebut.

“Pihak pesantren kooperatif semua, ada rekaman CCTV juga. Di rekaman CCTV nanti bisa kita lihat apakah ada indikasi mereka pukul atau terjadinya penganiayaan,” jelasnya.

Sebelumnya, santri K (14) dikabarkan tewas dengan penuh luka lebam di sekujur tubuh setelah dua hari menjalani perawatan di rumah sakit. Keluarga korban minta keadilan dengan menempuh jalur hukum.

“Memang benar, laporan seorang ibu yang melaporkan anaknya meninggal dunia sudah kita terima,” kata Kasat Reskrim Polres Prabumulih AKP Jalili saat dimintai konfirmasi, Rabu (8/9/2021).

Berdasarkan keterangan ibu korban, kata Jalili, K sudah keluar dari ponpes tersebut sejak 20 Agustus lalu. Dia mengembuskan napas terakhir pada Senin (6/9) setelah menjalani perawatan selama dua hari di rumah sakit.

BACA JUGA  Angkatan Pertama P3K Kabupaten Belitung Timur

“Dari keterangan ibu korban, anaknya itu sudah keluar pesantren sejak 20 Agustus lalu, dan sempat menjalani perawatan di rumah sakit,” terangnya.

“Saat ini kita masih terus melakukan penyelidikan terkait penyebab meninggalnya korban, seperti mengumpulkan barang bukti dan memeriksa saksi-saksi. Keluarga korban kita mintai keterangan, pihak pesantren juga kita mintai keterangan,” jelas AKP Jalili.(**/MI).

Sumber : Detik.com
Editor : Wanda

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.