KedaiKopiKaji: Mengapa Bisnis Harus Halal?

0
321

Tangerang, MuaraIndonesia.com – Oleh Mawan Budi P (Pebisnis Rekayasa Manufaktur)

Komunitas #KedaiKopiKaji merupakan komunitas yang beranggotakan para pengusaha dan calon pengusaha muslim. Levelnya adalah pengusaha pengusaha kaki lima hingga kaki seribu dengan lingkup usaha yang beraneka ragam.

Tongkrongannya di Tangerang. Salah satu kegiatannya adalah melaksanakan KOPDAR (kopi darat) dalam rangka mempererat tali ukhuwah Islamiyah sekaligus bertukar informasi untuk mengasah kemampuan berbisnis dan meningkatkan daya berpikir.

Pada tanggal 15 Agustus 2021, Komunitas #KedaiKopiKaji mengadakan KOPDAR dalam #NgopiKaffah bertemakan: Mengapa Bisnis Harus Halal? KOPDAR kali ini adalah KOPDAR ke-13 dan mengambil lokasi tongkrongan di Gading Balaraja.

KOPDAR dihadiri sekitar 20 orang pengusaha/calon pengusaha muslim dari beberapa daerah yang berdekatan.

BACA JUGA  Komunitas EBI Dorong Anggotanya Berkarakter Enterprenuer

Mengapa Bisnis Harus Halal?

KOPDAR #NgopiKaffah ke-13 dibuka oleh Owner Delta Print, Pak Rasyid dan dilanjutkan dengan materi inti.

Diiringi desir angin malam dan seruputan kopi hitam, hadirin mendengarkan paparan tentang pentingnya bisnis yang halal dalam mengais rezeki dari Allah SWT.

Sebagai pembuka, ditegaskan bahwa Allah SWT adalah pemberi rezeki. Namun Allah SWT juga mewajibkan hambanya untuk berikhtiyar semaksimal mungkin di seluruh pelosok muka bumi.

Berikhtiyar berbagai cara (yang diduga bisa membuahkan hasil) tetapi dengan cara yang ma’ruf, yaitu dengan cara yang halal.

Setidaknya ada 3 alasan, mengapa bisnis harus halal, yaitu:

Sebagai kewajiban seorang muslim. Salah satu dalil menjadi sandaran adalah QS 2:208 dimana Allah SWT berfirman: Wahai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam secara kaffah.

Terkait ayat ini, Imam Ibnu Katsir menjelaskan dalam tafsirnya bahwa kaffah adalah jami’an (keseluruhan). Maksudnya adalah diperintahkan untuk mengerjakan semua cabang iman dan syari’at Islam. Tentu saja termasuk didalamnya adalah terkait dalam urusan bisnis.

BACA JUGA  Saatnya Kebangkitan Pariwisata Nanggore Aceh Darussalam

Dalam QS 3:85, Allah SWT berfirman: Barangsiapa mencari agama selain agama Islam, maka sekali-kali tidak diterima (agamanya) itu dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang merugi.

Terkait hal ini, Imam Ibnu Katsir dalam tafsirnya menjelaskan bahwa yang dimaksud adalah barangsiapa menempuh jalan selain yang telah disyari’atkan Allah SWT maka Allah SWT tidak akan menerimanya.

Hal ini juga ditegaskan dalam hadits Nabi SAW:

مَنْ عَمِلَ عَمَلاً لَيْسَ عَلَيْهِ أَمْرُنَا فَهُوَ رَدٌّ

Barangsiapa melakukan amalan yang tidak ada dasar perintahnya dari kami, maka amalannya tertolak (HR. Muslim No. 1718)

Tentu saja, urusan bisnis termasuk dalam amalan yang disyari’atkan Allah SWT.

Sebagai wujud menjunjung tinggi kemulian Islam. Nabi SAW bersabda:

BACA JUGA  Hasil Riset OJK: Atasi Gap Talenta Digital di Sektor Keuangan, Dengan 5 Prioritas Solusi

الإسلام يَعْلُو ولا يُعْلَى

Islam itu tinggi dan tidak terendahkan (HR. Daruquthni & Baihaqi)

Syari’at Islam itu tinggi dan mulia. Karenanya menjalankan syari’at Islam akan meninggikan dan memuliakan para pelakunya. Termasuk dalam hal ini adalah para pengusaha muslim yang menjalan bisnisnya berdasarkan syari’at Islam.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.