CHILDFREE, Pilihan ATAU Taqdir ??

0
691
Childfree
Childfree

Semarang, MuaraIndonesia.com – Oleh : Aisyah Nur Azizah ((Pemerhati remaja dan Keluarga)

Childfree menjadi pembicaraan  viral di media social, saat diangkat oleh individu dan pasangan dalam channel youtube. Reaksi beragam dari netizen, baik yang pro maupun kontra  sehingga meramaikan jagad raya dunia maya maupun dunia nyata.

Apa itu Childfree ?

Menurut dictionary.cambridge.org, childfree adalah istilah yang digunakan untuk merujuk orang yang memilih tidak memiliki anak, atau tempat atau situasi tanpa anak.

Tulisan ini ingin menanggapi sudut pandang Childfree sebagai suatu pilihan bagi manusia,tidak terkait pembahasan  ranah ketentuan Allah SWT kepada individua atau pasangan tertentu yang belum diberi kesempatan untuk memiliki keturunan.

BACA JUGA  60 Siswa Peraih Penghargaan “Generasi KIHAJAR STEM” Kemendikbud

Hal ini perlu diperjelas ketika seseorang belum atau tidak memiliki keturunan sebagai suatu ketetapan Allah, maka ini bukan bagian dari pembahasan Childfree.

Saat Allah SWT memberi ketetapan seseorang belum atau tidak memiliki keturunan, maka ia terbebas dari hisab (pertanggungjawaban) di yaumil akhir dan tidaklah pantas masyarakat/manusia menilai individu tersebut sebagai manusia yang “bersalah”,”gagal” atau “aib” yang memalukan.  

Bagiamana bisa manusia meminta pertangungjawaban manusia lain, padahal Allah SWT sang “Pencipta” manusia itu sendiri tidak meminta pertanggungjawaban.

Childfree sebagai suatu sudut pandang yang muncul dari penerapan sistem buatan manusia , sistem yang mengusung “kebebasan secara mutlak” bahwa manusia menganggap memiliki tubuhnya dan bebas untuk memutuskan apa yang akan dilakukan oleh dirinya.

BACA JUGA  Mahasiswa Fisika Universitas Bangka Belitung Kembali Ukir Prestasi di Ajang Internasional

Dalam wawancara yang dilakukan seorang profesor sosiologi di University of Maine, Amy Blackstone, terhadap 21 wanita dan 10 pria, berikut ini alasan sejumlah orang memilih childfree, dikutip dari USA Today:

  1. Merupakan keputusan yang diambil secara sadar, bukan kebetulan. Mayoritas orang yang diwawancarai mengatakan childfree merupakan keputusan yang diambil secara sadar.
  2. Keputusan diambil dari waktu ke waktu, bukan karena satu peristiwa. Peserta wawancara menggambarkan childfree sebagai “keputusan bekerja”, yang dipengaruhi pengalaman masa kecil, sikap pribadi, percakapan dengan pasangan, dan mengamati orang yang memiliki anak.
  3. Aku selalu merasa seperti ini, tidak tertarik memiliki anak.
  4. Tidak suka bagaimana kehidupan berubah saat memiliki anak.
  5. Ingin dekat dengan pasangan.
  6. Memiliki anak akan membatasi keinginan dalam hidup
BACA JUGA  5 Pesan Rektor IPB (Arif Satria) Dalam FSA IPB

Childfree beraroma kebebasan berpikir dan berbuat, buah dari pemikiran sekuler (memisahkan kehidupan dari agama) dan menjadikan individu sebagai pihak yang berwewenang dalam memutuskan suatu standar benar salah dan baik buruk suatu perbuatan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.