Ekonomi Digital dan Kebutuhan SDM Data Science & AI

0
801

Bogor, MuaraIndonesia.com – Ekonomi digital berkembang seiring pandemi corona yang belum juga usai. Kebiasaan masyarakat memanfaatkan teknologi informasi untuk berbisnis tidak bisa dielakkan agar roda ekonomi terus berjalan.

Data science bekerja dengan cara mengumpulkan, memilah, dan menganalisa data yang diperlukan untuk kemudian dikomunikasikan yang berguna untuk pengambilan suatu keputusan.

AI atau kecerdasan buatan adalah sebuah teknologi yang dibuat cerdas atau diberi kecerdasan seperti manusia. Artificial intelligence yang sering disingkat dengan nama AI ini bermanfaat sebagai teknologi terbaru dan membuat mesin menjadi lebih pintar.

Kebutuhan untuk menyiapkan sumber daya manusia di bidang teknologi, khususnya data science dan artificial intelligence (AI) dinilai harus menjadi perhatian kalangan perguruan tinggi dan stakeholders lainnya saat ini. Hal itu untuk SDM di Indonesia siap mendorong pertumbuhan ekonomi nasional di era digital saat ini.

BACA JUGA  Kemenkopukm Targetkan 3 Juta Usaha Mikro Dapatkan Aneka Sertifikasi Usaha

Hal itu kian mendesak karena Pandemi COVID-19 yang melanda dunia termasuk Indonesia, telah mengakselerasi kehadiran teknologi digital dalam kehidupan masyarakat sehari-hari.

Founder perusahaan pembelajaran dan pelatihan bidang Data Science & AI, Data Academy, Nadia Alatas mengatakan, laporan The Future Job of Report 2020 oleh World Economic Forum (WEF) sudah mengkonfirmasi dinamika tersebut. Pengembangan teknologi oleh perusahaan-perusahaan di Indonesia sudah terjadi saat ini.

“Hal ini mengindikasikan tentang mendesaknya kebutuhan pekerja antara lain di bidang data science dan analytics, AI dan machine learning specialist, big data analytics, internet of thing (IoT) specialist, serta digital marketing specialist”, ujar Nadia, dikutip dari keterangannya, Kamis 22 Juli 2021.

BACA JUGA  Dinas Perikanan Salurkan Bantuan Sebesar Rp 1,2 milyar

Nadia mengatakan, laporan Bank Dunia yang berjudul ‘Prospek Ekonomi Indonesia: Mempercepat Pemulihan’ pada Juni 2021 juga menyoroti hal tersebut. Laporan itu menjabarkan masih minimnya lapangan kerja yang layak dan berkualitas untuk mendorong pertumbuhan masyarakat kelas menengah di Indonesia.

Dari sisi permintaan, ada ketidakselarasan antara kapasitas angkatan kerja berpendidikan tinggi dengan kebutuhan industri. Gelar diploma atau sarjana tidak lagi menjadi jaminan, jika tidak mampu mengikuti cepatnya dinamika industri. 

Nadia, yang juga menjadi finalis pada Women in ICT, Channel Asia Award 2021, menekankan perlunya lulusan perguruan tinggi bahkan karyawan perusahaan melakukan up-skilling dan re-skilling agar cepat beradaptasi dengan kebutuhan pasar industri yang mengadopsi teknologi mutakhir. 

BACA JUGA  Hasil Riset OJK: Atasi Gap Talenta Digital di Sektor Keuangan, Dengan 5 Prioritas Solusi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.