MENGENDALIKAN OBESITASI DIMASA PANDEMIC COVID-19

0
158

Universitas Muhammadiyah Yogyakarta
RAHAYU ASIH INDAH
NIM: 20201050030
Magister keperawatan
Pembimbing
Nina Dwi Lestari,M.Kep.,Ns.,Sp.Kep.Kom


Yogyakarta, MuaraIndonesia.com – Pandemic COVID-19 berpengaruh pada pola konsumsi makanan pada anak usia sekolah dan remaja yang berdampak pada status gizi. Status gizi seseorang sangat erat kaitannya dengan kesehatan yang lebih baik maupun menjurus dalam hal yang lebih buruk termasuk kerentanan pada virus COVID-19.

Pola konsumsi makanan selama pandemic COVID-19 didominasi makanan yang kaya akan gula dan lemak dari makanan industry yang diproses secara instan.

Obesitas saat ini telah terbukti meningkatkan risiko terhadap kesehatan dan menempatkan obesitas sebagai masalah kritis. Obesitas mempengaruhi system metabolisme dan bisa dikaitkan dengan meningkatnya keparahan terhadap COVID-19. Anak-anak dan remaja yang mengalami obesitas harus lebih diperhatikan karena bisa mengancam kesehatan.

BACA JUGA  Bupati Belitung Tinjau Kedatangan Penumpang di Bandara Hanandjoeddin

Pandemic COVID-19 telah memiliki efek dari segi kesehatan, social, dan ekonomi. Diantaranya efek tersebut berpengaruh pada program sekolah anak-anak dan remaja yang telah dihimbau bahwa kegiatan sekolah dilakukan dirumah yang bertujuan untuk mengurangi penyebaran virus COVID-19.

Ada yang harus dikhawatirkan bagi anak-anak atau remaja yang terus berada dirumah selama COVID-19 yaitu kelebihan berat badan dan obesitas. Sebuah penelitian mendukung bahwa para anak-anak dan remaja akan mengalami peningkatan berat badan dalam program gaya hidup selama dirumah dibandingkan dengan ketika mereka melakukan kegiatan kurikulum di sekolah.

Anak-anak dan remaja usianya berkisar 6-18 tahun untuk kegiatan yang sering dilakukan oleh anak-anak dan remaja sebelum pandemic COVID-19 tersebut yaitu: berlari/sepak bola 24,4%, berenang 17%, jogging 22,0%, bola voli/bola basket 9,8 %, menari 9,8 %, dan hanya 4,9 % yang tidak melakukan aktivitas olahraga.

BACA JUGA  Kritik Pedas: Penggunaan Bahasa Asing di Ruang Publik Kabupaten Belitung

Dalam hal ini untuk asupan sayuran dan buah masih sama seperti sebelum pandemic COVID-19. Tetapi, untuk asupan makanan seperti kripik kentang, daging merah, dan minuman manis semuanya meningakat dimasa pandemic COVID-19.
Secara khusus untuk anak-anak dan remaja dengan obesitas ada kaitannya dengan perilaku makan, aktivitas, dan tidur sudah berubah kearah yang tidak menguntungkan selama masa pandemic COVID-19.

Hal ini menunjukkan bahwa kebutuhan dan tindakan sangat dibutuhkan mengingat pandemic COVID-19 ini belum bisa dipastikan kapan akan berakhir. Tindakan yang tepat untuk saat ini yaitu melakukan program gaya hidup sehat dan program olahraga tetapi tetap bisa meminimalkan penularan virus COVID-19.

Tips mengendalikan atau menurunkan obesitas disituasi pandemic bisa melakukan diet atkins yaitu diet rendah karbohidrat yang dianjurkan untuk menurunkan berat badan.

BACA JUGA  Menguak Gunung Tidar (Antara Legenda dan Fakta)

Dan ini tahap-tahap melakukan diet yaitu:

  • Pertama kita hanya boleh mengkonsumsi karbohidrat tidak lebih dari 20 gram setiap hari dalam waktu dua minggu,
  • Kedua untuk mengkonsumsi karbohidrat kurang dari 12-15 gram dari sumber nabati dan mengurangi makanan yang mengandung gula tinggi,
  • Ketiga bisa menambahkan variasi makanan seperti buah, sayuran yang bisa mengandung pati dan gandum murni, dan
  • Keempat bisa menambah karbohidrat tanpa menambah berat badan dan tahap ini dimulai setelah berat badan sudah ideal.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.