Geospasial Ketakwaan

0
263

Bogor, MuaraIndonesia.com – Prof. Dr.-Ing. Fahmi Amhar (Peneliti Utama Badan Informasi Geospasial)

Bulan Ramadhan segera tiba. Bulan yang umat muslim diwajibkan berpuasa untuk meningkatkan ketakwaannya. Bulan yang semestinya tidak menurunkan produktivitas, melainkan meningkatkannya, sekaligus lebih terarah dan barokah.

Di bulan ini pula, para praktisi geospasial (yaitu para surveyor, geografer, kartografer) sering ditantang dengan pertanyaan, “Apa kontribusi informasi geospasial pada peningkatan ketakwaan ?”.

Yang sering teringat adalah, bulan puasa akan diakhiri dengan Hari Raya Iedul Fitri. Artinya akan ada mudik jutaan manusia. Maka inilah saatnya membuat peta untuk keperluan mudik yang terkini !

Namun tahun ini, karena pandemi covid-19 dan angka penularan masih tinggi, maka mudik terancam dilarang, atau setidaknya “dibatasi”. Boleh diganti dengan “pulang kampung”, “tilik orang tua” ataupun “wisata” dengan memperhatikan protokol kesehatan.

BACA JUGA  ARM HA-IPB Bagikan 350 Paket Lebaran untuk Masyarakat Kecil

Maka peta mudik jadi kurang relevan. Apalagi sekarang banyak platform digital sepeti Google Map atau Openstreet Map yang menyediakan peta mudik secara instan, lengkap dengan update situasi kemacetan terkini.

Maka jawaban pertanyaaan “geospasial ketakwaaan” harus dipikirkan ulang. Harus lebih dari sekedar peta mudik. Dan harus terpakai baik ada pandemi ataupun tidak.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.