Akhirnya Kapolri Cabut Surat Telegram Larangan Media Siarkan Kekerasan Polisi

0
298

Jakarta, MuaraIndonesia.com – Akhirnya Kapolri Listyo Sigit Prabowo mencabut Surat Telegram (ST) berkaitan dengan soal pelarangan menyiarkan arogansi anggota polisi. Pencabutan ST tersebut tertuang dalam surat telegram bernomor ST/759/IV/HUM.3.4.5./2021 yang ditandatangani oleh oleh Kadiv Humas Polri Irjen Polisi Argo Yuwono.

“Sehubungan dengan referensi di atas kemudian disampaikan kepada KA bahwa ST Kapolri sebagaimana ref nomor empat di atas dinyatakan dicabut atau dibatalkan,” tulis Sigit dalam Surat Telegramnya, Selasa (6/4).

Lebih lanjut, Sigit juga menyebutkan ST pencabutan ini bersifat Jukrah untuk dilaksanakan dan dipedomani. Surat Telegram bertanggal 6 April 2021 ini ditujukan kepada Kapolda dan Kabidhumas.

Sebelumnya, ST Kapolri terkait pelarangan media menyiarkan arogansi anggota polisi ini menuai kecaman, sekalipun sejatinya ST tersebut hanya untuk internal kepolisian. Namun banyak pihak yang mengkhawatirkan jika ST tersebut akan berimplikasi kepada tugas wartawan. Bahkan Komisioner Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas), Poengky Indarti meminta agar ST tersebut segera direvisi.

BACA JUGA  PW. Pemuda Bulan Bintang Prov. Bangka Belitung Ikut Rakornas Pemuda Bulan Bintang Secara Virtual Zoom

“Meski STR (surat telegram) bersifat internal, tapi dalam STR ini ternyata berdampak pada eksternal, khususnya jurnalis,” ujar Poengky saat dikonfirmasi, Selasa (6/4).

Lebih lanjut, Poengky menangkap maksud dari Surat Telegram tersebut adalah ada poin kedua. Yaitu untuk menjaga prinsip presumption of innocent, melindungi korban kasus kekerasan seksual, melindungi anak yang menjadi pelaku kejahatan. Serta untuk melindungi materi penyidikan agar tidak terganggu dengan potensi trial by the press.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.