Saatnya Kebangkitan Pariwisata Nanggore Aceh Darussalam

0
159

Banda Aceh, MuaraIndonesia.com – Nanggroe Aceh Darussalam (NAD) provinsi paling barat Indonesia sedang berbenah menyongsong kebangkitan pariwisata kembali setelah pandemi COVID-19 menyebabkan sektor pariwisata mengalami kemerosotan tajam.

Adalah tepat pula organisasi kemasyarakatan seperti Ikatan Saudagar Muslim Indonesia (ISMI) melakukan kegiatan Silaturahmi Bisnis ISMI ke 12 (Agritech, Trade dan Tourismpreneurs), pada tanggal 16-20 Juni 2021, di provinsi yang sedang berbenah di sektor ekonomi, khususnya pariwisata tersebut.

Dibawah ini tulisan Rahmad, Alumnus Departemen Ilmu dan Teknologi Kelautan-IPB, Berasal dari Mane Tunong, Aceh Utara yang menggambarkan tentang kebangkitan pariwisata Aceh.

Satu tahun sudah berlalu, pandemi Covid-19 belum juga menunjukkan tanda-tanda akan berakhir. Covid-19 yang bermula di Wuhan (Cina) ini, benar-benar menjadi momok yang menakutkan dan meneror tatanan kehidupan sosial dan ekonomi umat manusia.

BACA JUGA  KETIKA PARIWISATA MATI SURI, Koperasi Digital Mungkin Jawabannya !

Sektor industri pariwisata merupakan salah satu sektor yang terdampak akibat pandemi Covid-19 ini. Penerbangan dibatasi, beberapa destinasi wisata tutup, hotel sepi, pendapatan daerah dan masyarakat dari wisata pun turun drastis.

Industri pariwisata benar-benar mandek sejak Badan Kesehatan Dunia (WHO) mengumumkan wabah virus corona (Covid-19) sebagai pandemi yang harus diwaspadai. Tak hanya sektor industri pariwisata di Aceh, industri pariwisata nasional bahkan mancanegara mengalami dampak siginifikan akibat pandemi Covid-19 ini.

Lantas, apakah industri pariwisata akan mati suri akibat pandemi?

Pariwisata Aceh

Pada, Senin (22/3/2021) yang lalu, Pemerintah Aceh resmi menerbitkan kalender event atau Calendar of Event (CoE) Aceh 2021. Dari data yang ada, terdapat 67 agenda festival wisata dan budaya sepanjang tahun ini di Aceh. Bahkan 3 (tiga) di antaranya termasuk ke dalam “Kharisma Event Wisata Nasional 2021”, yaitu Festival Seudati, Festival Ramadhan, dan Aceh Culinary Festival.

BACA JUGA  CEO Airbnb : Pandemi Merubah Wajah Industri Perjalanan Secara Massif

Hal ini sangat wajar, mengingat posisi geoekonomi dan geopolitik Aceh yang sangat strategis. Aceh berbatasan langsung dengan Selat Malaka dan Samudera Hindia yang menjadikan Aceh kaya akan potensi pariwisata, baik wisata bahari, wisata alam, wisata budaya, wisata buatan, cagar budaya, dan lain sebagainya.

Selain itu, Aceh juga memiliki beragam seni budaya yang unik dan menarik, seperti tarian, adat istiadat, sastra, seni lukis, maupun aneka kegiatan spiritual lainnya yang sudah terkenal hingga ke mancanegara.

Berdasarkan hasil indentifikasi Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh, setidaknya ada 903 obyek wisata yang tersebar di 23 kabupaten/kota di Aceh. Potensi sektor wisata yang besar ini, seharusnya mampu memberikan kontribusi maksimal pada pembangunan Aceh, terutama dalam rangka mengurangi angka kemiskinan dan pengangguran.

BACA JUGA  Siapa Saja Jawara Turnamen Mancing De Belitong ?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.