Dr. Tjahja Muhandri: Tiap Senyum Industri Kecil Menengah (IKM) Membuat Saya Merasa Ada “Dikasih Nafas”

0
313

Bogor, MuaraIndonesia.com – Pada tanggal 31 Oktober 2020 Seafast Center LPPM IPB University mendapatkan kabar yang menggembirakan.

Salah satu peneliti Seafast Center (Dr. Tjahja Muhandri) mendapatkan penghargaan dari IPB University sebagai Inventor Penghasil Kekayaan Intelektual Terproduktif Tahun 2019.

Dr. Tjahja Muhandri telah menghasilkan beragam invensi dan inivasi yang focus pada pengembangan teknologi sederhana atau teknologi tepat guna dibidang pangan.

Inovasi hasil karyanya juga telah didaftarkan di Direktorat Jendral Hak Kekayaan Intelektual Kementerian Hukum dan Ham Republik Indonesia.

Pada tahun 2019 ada 4 karya inovasi yang didaftarkan dan 8 invensi telah tercatat. Berbagai invensi dan inovasinya juga telah dikomersialkan dan dikerjasamakan dengan beberapa perusahaan seperti mie jagung, tepung bumbu komposit ayam, tepung bumbu komposit tempe serta teknologi pengalengan daging skala industry rumah tangga/UKM.

BACA JUGA  Teknologi Pengalengan untuk Skala Usaha Kecil Menengah (UKM)

Berbekal dengan data ini muaraindonesia.com menghubungi beliau untuk bertanya pengalamannya sehingga terjun ke dunia IKM dengan segala macam tantangan dan peluangnya.

Kupas Tuntas: Mie Tepung dan Non Terigu
Kupas Tuntas: Mie Tepung dan Non Terigu

Dengan nada Ponorogo-an kami bertanya pak Dr. Tjahjo bisa diceritakan tentang pengalamannya mulai dari kuliah, menjadi dosen dan mulai berkarir di IPB ?

“Dulu selesai S2 di Bandung, kantong saya rada isian, gaji dosen plus beasiswa plus kerja di SBHL Consulting (konsultan Strategi, Organisasi dan Manajemen), membuat hidup saya terasa cukup.”

Pengalaman kerja apa saja selain menjadi dosen dan konsultan ?

“Pengalaman itu bikin saya lanjut, malang melintang di dunia konsultan, sebagai Tenaga Ahli. Hampir semua Kementerian atau Departemen Pusat sudah saya jajagi. Mulai Bappenas, ESDM, Deptan, Dept Perhubungan, Perindag, bahkan sampai Kementerian Pemberdayaan Perempuan.”

BACA JUGA  Proses Penepungan Beras Merah Dan Beras Hitam

Penghasilan per bulan sebagai tenaga ahli tentunya uakeh ya ?

“Duit banyak, mudah. Selama 7 atau 8 tahun, kebutuhan pokok dan penunjang sudah kebeli, plus tabungan yg cukup (Insya Allah) untuk biaya pendidikan 3 anak sampai selesai S1. Setiap periode bisa pegang 5-7 proyek, dan lebih banyak jadi ketua Tim.”

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.