Menjadi Pemimpin Dengan Menggunakan Teori Pembelajaran Reflektif “Gibbs”

0
175

Universitas Muhammadiyah Yogyakarta
Penulis : Didik Iman Margatot S.Kep.,Ns
Pembimbing : Dr. Titih Huriah, Ns., M. Kep., Sp. Kom

Yogyakarta, MuaraIndonesia.com – Dalam suatu organisasi setiap individu berpeluang dan berhak menjadi seorang Pemimpin. Setiap individu yang menjadi seorang pemimpin harus memiliki potensi menjadi seorang pemimpin yang bijak dan bertanggung jawab serta gaya kepemimpinan yang baik.

Kepemimpinan (Leadership) adalah suatu proses dimana seseorang dalam suatu kelompok tersebut dapat mempengaruhi proses berfikir angggota kelompok didalam suatu organisasi dimana bertujuan untuk mencapai visi dan misi bersama.

Agar seorang pemimpin bisa menerapkan kepemimipinan yang baik seorang pemimpin harus memahami terlebih dahulu teori tentang kepemimpinan (leadership). Apa saja teori tersebut? Salah satunya yaitu teori Reflective Learning.

BACA JUGA  Gubernur Bangka Belitung dan Wakil Bupati Bangka Selatan Resmikan Mesjid Al Ikhlas Bukit Permai Toboali

Reflective learning didefinisikan sebagai proses menyimpan pengalaman dan melihat kejadian dari perspektif yang berbeda, di mana praktik reflektif membantu seseorang untuk mengeksplorasi apa yang ada dari pengalaman tersebut.

Reflective learning juga dapat diartikan sebagai aktifitas yang secara sadar menggambarkan pikiran dan analisis dimana hal ini akan mendapatkan gambaran baru melalui refleksi diri dari pengalaman saat ini atau sebelumnya (Jacobs, 2016).

Gibbs’ Reflective Cycle akan menjadi kerangka teori yang menginformasikan desain dan tinjauan data untuk kasus ini. Profesor Graham Gibbs menerbitkan Reflective Cycle dalam bukunya 1988 “Learning by Doing”. Gibbs’ Reflective Cycle sering dikutip sebagai model yang digunakan dalam keperawatan dan bidang pendidikan profesional lainnya untuk memfasilitasi refleksi (Villavicencio, 2019).

BACA JUGA  MEMILIH Dan TERPILIH Pemimpin Daerah

Model ini mendorong refleksi kritis dengan memikirkan semua fase pengalaman, untuk mengubah pembelajaran dan pengetahuan baru menjadi tindakan dan kemungkinan perubahan.

Pengalaman-pengalaman ini dapat berupa peristiwa-peristiwa dalam pembelajaran, praktis atau pribadi konteks dan siklus reflektif dapat berguna bagi siswa atau mereka yang baru untuk berefleksi karena telah ditetapkan langkah-langkahnya (Gibbs, 1988).

Langkah-langkah yang harus kita ketahui dalam proses refleksi suatu masalah menurut teori dari Gibbs terdapat beberapa tahap :

Tahapan yang pertama adalah mendeskripsikan suatu kejadian atau masalah sesuai dengan apa yang terjadi dan siapa yang terlibat dalam suatu kejadian.

Tahap kedua adalah felling atau perasaan dimana tahap ini mengeksplorasi pikiran dan perasaan pada saat kejadian. Perlu ada perbedaan yang jelas antara pikiran dan perasaan dan bagaimana hal itu dapat memengaruhi sebuah kasus.

BACA JUGA  Tilawatil Qur'an(STQ) dan Hadist

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.