Pelayanan Kesehatan untuk Penyakit Menular dan Tidak Menular Di Era Pandemic Covid-19

0
62

Universitas Muhammadiyah Yogyakarta
ZIKRI ALHALAWI
NIM. 20201050031

Magister Keperawatan

Pembimbing
Nina Dwi Lestari,M.Kep.,Ns.,Sp.Kep.Kom


MuaraIndonesia. Com. Yogyakarta. Selama pandemi Covid-19 banyak hal yang mengakibatkan kesulitan bagi para pasien dengan komorbiditas dalam mencari cara untuk menjaga kesehatannya. Pasien dengan komorbiditas memiliki penyakit penyerta, seperti hipertensi, penyakit kardiovaskular, diabetes mellitus, dan penyakit paru obstruktif kronik. Pasien mungkin berisiko tinggi tertular Covid-19 dengan resiko perkembangan penyakitnya yang mengarah ke perburukan dan kematian.
Pemeriksaan kesehatan dan akses perawatan kesehatan yang tepat di rumah, terutama yang berkaitan dengan pandemi Covid-19 terhadap kesehatan mental dan kesejahteraan itu sangat penting bagi kesehatan. Banyak masalah yang dihadapi pasien dengan komorbiditas yang terkait dengan COVID-19 dapat diperburuk oleh peningkatan stres dan perubahan pola makan dan aktivitas fisik karena pembatasan jarak sosial dan isolasi diri, serta keterlambatan dalam pemeriksaan kepelayanan kesehatan. Hal ini dapat mengakibatkan kepatuhan yang buruk terhadap perawatan medis.
Hal tersebut sesuai dengan yang terjadi dilapangan yaitu tidak berlangsungnya beberapa kegiatan yang biasanya rutin dilakukan. Kegiatan tersebut biasanya dilakukan dengan adanya pemonitoran kesehatan masyarakat serta tidak berlangsungnya senam rutin yang dilakukan di Klinik Pratama Firdaus Yogyakarta secara bersama dengan pasien sebagai upaya mempertahankan kesehatan mereka. Tentunya dengan tidak adanyanya hal tersebut akan membuat kesulitan bagi tenaga kesehatan maupun pasien dalam melakukan pemeriksaan serta pemantauan kesehatan mereka.
Salah satu cara lain yang telah dilakukan pemerintah adalah dengan membuat sistem kesehatan CERDIK. CERDIK diharapkan dapat mampu meningkatkan pencegahan dan penatalaksanaan penyakit tidak menular. CERDIK terdiri dari beberapa kegiatan, yaitu :

BACA JUGA  Ratusan Peserta Ikuti Sepeda Santai dan Senam Bedincak

Cek kesehatan rutin
Cek kesehatan secara rutin akan bermanfaat untuk mengingatkan tentang kesehatan kita terutama beberapa penyakit tidak menular : Diabetes Melitus, Hipertensi, Stroke, Jantung, dan beberapa Kanker diharapkan dapat diturunkan resikonya jikalau diketahui sejak dini. Semakin tepat informasi yang didapatkan tentang kesehatan maka semakin bijaksana pula keputusan yang dapat kita lakukan.

Enyahkan asap rokok.
ROKOK= RACUN, karena rokok mengandung 4000 zat, dan 200 diantaranya dinyatakan berbahaya bagi kesehatan. Oleh karena itu diperlukan edukasi agar dapat menghindari kebiasan merokok karena merokok memiliki risiko lebih besar terhadap terjadinya hipertensi dan penyakit yang lain.

Rajin akrifitas fisik
Rajin melakukan aktifitas fisik tentunya akan dapat membantu dalam mengontrol tekanan darah, gula darah dan masih banyak yang lain. Olah raga secara teratur paling sedikit 30 menit/hari minimal tiga hari per minggu ideal untuk kesehatan. Aktivitas fisik yang baik dapat dilakuakan yaitu dengan aktivitas fisik yang cenderung ringan dan tidak membutuhkan tenaga ekstra sehingga pasien dapat mampu untuk melakukan aktivitas tersebut. Aktivitas tersenut seperti berjalan-jalan di dalam kamar atau diluar, menyapu/mengepel kamar atau sekitarnya, mengikuti senam serta aktifitas fisik ringan lainnya.

BACA JUGA  Angkatan Pertama P3K Kabupaten Belitung Timur

Diet seimbang makan
Pola makan yang sehat perlu dilakukan untuk mengontrol pola kesehatan. Pola makan yang tidak sehat seperti garam, lemak dan gula dapat mempengaruhi kesehatan dan memicu perkembangan penyakit hipertensi, jantung, diabetes melitus dan yang lainya. Konsumsi makanan tersebut harus dibatasi dengan porsi setiap hari makasimal: 4 sendok makan gula, 1 sendok teh garam dan 5 sendok makan lemak. Selain itu mempertahankan berat badan normal juga penting untuk mencegah berbagai penyakit tidak menular (PTM) yang dapat ditentukan berdasarkan Indeks Massa Tubuh (IMT).

Istirahat yang cukup
Orang dewasa dan lansia membutuhkan waktu tidur 7 – 8 jam setiap hari. Pola tidur yang baik merupakan faktor yang penting dalam menjaga kesehatan. Ancaman akibat kurang tidur dapat membuat : hilang konsentrasi saat belajar, berbagai penyakit akan menghampiri, memperburuk kondisi kesehatan, stres yang meningkat, munculnya obesitas, kulit terlihat lebih tua, sering lupa dan kurang fokus saat bekerja.

BACA JUGA  AYA SOFYA : KETIDAKJUJURAN DUNIA TEREKSPOS !

Kelola stress
Stres dapat memicu terjadinya beberapa penyakit. Beberapa cara untuk mengurangi stress adalah dengan menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman, bicarakan keluhan dengan seseorang yang dapat dipercaya, melakukan kegiatan yang sesuai dengan minat dan kemampuan, jagalah kesehatan dengan olahraga/aktivitas fisik secara teratur, tidur cukup, makan bergizi seimbang, terapkan perilaku hidup bersih dan sehat, kembangkan hobi yang bermanfaat, meningkatkan ibadah, mendekatkan diri pada tuhan, berkir positif dan tenangkan pikiran dengan relaksasi.

Hal-hal tersebut diharapkan dapat mampu untuk menekan angka terpaparnya pasien dengan komorbiditas dengan virus Covid-19, memberikan pengetahuan untuk bagaimana cara dalam melakukan pengelolaan kesehatan selama pandemi Covid-19 dengan cara CERDIK, menciptakan masyarakat yang dapat berperilaku hidup bersih dan sehat sebagai awal dari pencegahan penyakit tidak menular untuk dapat meningkatakan derajat kesehatan dan kualitas hidup pasien. Semua kegiatan tersebut tentunya diharapkan agar dapat memberikan pengaruh terhadap penurunan kejadian PTM.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.