Pelayanan Puskesmas Di Era Pandemic Covid-19

0
219

Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Oleh :
Ns. Triana Savitri, S.Tr.Kep
Mahasiswi Magister Keperawatan

Dosen Pembimbing : Sutantri, S.Kep.,NS.,M.Sc.,Phd

MuaraIndonesia. Com. Yogyakarta. Puskesmas merupakan perpanjangan tangan pemerintah di bidang Kesehatan yang menyasar seluruh masyarakat Indonesia tanpa terkecuali. Layanan yang diberikan puskesmas kepada masyarakat sangat terprogram guna menunjang pembangunan menuju Indonesia sehat dengan metode pendekatan keluarga.

Secara umum terdapat 2 program yang dilakukan puskesmas yaitu UKP (Usaha Kesehatan Perorangan) dan UKM (Usaha Kesehatan Masyarakat) namun sejak pemerintah menetapkan pandemic Covid-19 layanan puskesmas di dalam Gedung maupun di luar Gedung mengalami perubahan yang mana Puskesmas lebih berfokus pada protocol layanan Puskesmas yang ditetapkan oleh Kemenkes RI.

Berdasarkan Petunjuk Teknis Pelayanan Puskesmas Pada Masa Pandemi Covid-19 Oleh Kemenkes RI pelayanan medik di dalam Gedung (Puskesmas) dilaksanakan sesuai dengan Standar Prosedur Operasional (SPO) pelayanan yang berlaku. Jika diperlukan, pelayanan medik dapat dimodifikasi untuk mencegah penularan Covid-19, antara lain dengan menerapkan triase/skrining terhadap setiap pengunjung yang datang, mengubah alur pelayanan, menyediakan ruang pemeriksaan khusus ISPA, mengubah posisi tempat duduk pasien pada saat pelayanan (jarak dengan petugas diperlebar), menggunakan kotak khusus bagi pasien yang mendapatkan tindakan yang berpotensi menimbulkan aerosol yang dilakukan disinfeksi sesuai pedoman setelah pemakaian, atau menggunakan sekat pembatas transparan antara petugas kesehatan dan pasien.

BACA JUGA  Sekda Beltim: Belum Ada Penambahan Kasus Positif

Sedangkan untuk pelayanan di luar Gedung dapat dilakukan dengan cara kunjungan langsung atau melalui sistem informasi dan telekomunikasi dengan tetap memperhatikan prinsip PPI, penggunaan APD sesuai pedoman serta physical distancing. Bila pemantauan kasus dilakukan dengan cara kunjungan langsung, maka petugas Puskesmas dapat melakukan pemantauan progres hasil PISPK ataupun pengumpulan data bila belum dilakukan sebelumnya.

Puskesmas sebagai garda terdepan pelayanan kesehatan tidak hanya berfokus pada pandemic Covid-19 tetapi juga menanggulangi masalah kesehatan masyarakat yang lain. Hasil fieldtrip di Puskesmas Kasihan 1 pada hari Rabu tanggal 24 Februari 2021 bahwa ada tembok besar yang dihadapi petugas Puskesmas di era pandemic Covid-19 diantaranya rendahnya kunjungan pasien ke puskesmas, tidak dapat mengoptimalisasikan program diluar Puskesmas (UKM) seperti Posyandu balita, Posbindu, Posyandu lansia, pertemuan kader kesehatan dan lain-lain, keterbatasan dalam penyediaan sarana dan prasarana pendukung PPI di dalam dan d luar Gedung dan System surveillance harus optimal dengan ketebatasan SDM.

BACA JUGA  Realitas Kapitalisme Timur Tiongkok dan Posisi Dunia Islam (Bagian 2)

Terdapat perubahan alur pelayanan dan sarana yang mendukung protocol pada masa pandemic. Salah satunya dibuatkannya poli batuk pada bagian depan Puskesmas yang bertujuan mengoptimalisasikan protocol puskesmas sesuai arahan Kemenkes RI. Selain itu terdapat barrier pada beberapa pelayanan seperti pada meja pendafataran, dan di beberapa meja periksa yang kontaknya berdekatan.

Untuk penggunaaan tensi meter pada lengan dirubah menjadi tensi pergelangan untuk mengurangi kontak penyebaran kuman atau kemungkinan virus. Pada area ruang tunggu pasien terdapat pembatasan jarak disetiap tempat duduk, tersedianya handsanitizer dan wastufle pada beberapa tempat di puskesmas, Layanan Puskesmas dibuka 24 jam untuk UGD dan tidak melakukan perawatan rawat inap kecuali pada ibu pasca melahirkan saja tetap dilakukan rawat inap.

Puskesmas sangat gencar mengoptimalkan layanan kesehatan, Puskesmas membuka akses konsultasi online menggunakan aplikasi JKN Mobile yang mana pasien dapat berkonsultasi dengan tenaga medis terkait kesehatannya. Pasien bisa menginstal aplikasi JKN Mobile kemudian melakukan registrasi akun sesuai identitas pasien, nantinya secara otomatis data dari pasien akan muncul pada aplikasi JKN Mobile.

BACA JUGA  Orang Tua Harus Fahami Psikologi Anak

Layanan JKN Mobile yang efektif digunakan pada era pamdemi Covid-19 adalah layanan konsultasi kesehatan dengan dokter dan layanan skrining Covid-19. Hasil penelitian Saryoko, Hendri and Sukmana, 2019 dengan judul Tingkat Kepuasan Masyarakat Terhadap Pendaftaran Online Bpjs Kesehatan Pada Aplikasi Mobile JKN menunjukkan dengan metode Servqual, berdasarkan hasil pada tabel kepuasan masyarakat terhadap pendaftaran online BPJS Kesehatan pada aplikasi mobile JKN, Kita dapat melihat bahwa masyarakat merasa senang atau puas dengan adanya aplikasi mobile JKN, yang telah memberikan nilai positif atau memuaskan pada setiap pertanyaan yang dapat kita dilihat pada jumlah nilai pembobotan dan nilai rata-rata jawaban masyarakat pada setiap pertanyaan yang dipilih oleh masyarakat pengguna aplikasi mobile JKN. Program ini sangat efektif diterapkan untuk pasien dan tenaga kesehatan pada masa pandemic Covid-19.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.