Guru SD Ikut Pelatihan Buat Video Pembelajaran

0
160

Manggar, muaraindonesia.com.-Dinas Pendidikan Kabupaten Belitung Timur (Beltim) mengadakan bimbingan teknis pembuatan video pembelajaran belajar dari rumah (BDR) untuk jenjang Sekolah Dasar di Kabupaten Beltim Tahun 2021, Senin (1/2/21). Bimtek ini untuk meningkatkan kompetensi guru dalam memanfaatkan teknologi untuk pembelajaran jarak jauh siswa khususnya di masa pandemi COVID-19 ini.

Sebanyak 174 orang peserta mengikuti kegiatan yang berlangsung di Ruang Pertemuan Dinas Pendidikan Beltim ini. Para peserta merupakan guru kelas rendah (kelas 1-3) dan guru kelas atas (kelas 4-6) perwakilan dari setiap SD di Kabupaten Beltim.

Kepala Seksi Kurikulum SD Dinas Pendidikan Kabupaten Beltim Daniel mengungkapkan pelaksanaan bimtek terbagi dalam empat sesi dalam satu bulan. Setiap sesi berjumlah 32 jam pelajaran.

“Empat sesi tersebut yakni sesi pertama pada 1 sampai 4 Februari, sesi kedua pada 8 sampai 11 Februari, sesi ketiga pada 15 sampai 18 Februari, dan sesi IV pada 22-25 Februari,” ungkap Daniel

Didampingi Kepala Bidang Pembinaan SD Dinas Pendidikan Beltim Alvian, Daniel menjelaskan bahwa pada bimtek ini tenaga pengajar akan diberikan beberapa materi pelatihan yang diberikan oleh dua orang narasumber secara bergantian.

BACA JUGA  Rapat Koordinasi Forum Puspa Serumpun Sebalai, Ketua Pokja Diminta Bahas Program Kerja

“Materi yang diberikan kurang lebih ada 8 materi yang nanti pada akhir sesi, para peserta bisa mempresentasikan hasil yang didapat selama mengikuti pelatihan bimtek ini,” ujar Daniel.

Adapun materi pelatihan pada bimtek ini seperti inovasi pembelajaran yang mengintegrasikan teknologi informasi dan komunikasi (TIK), unduh dan instalasi aplikasi Filmora 9, pengenalan tool, fitur Filmora 9 dan cara kerjanya, merancang Video Pembelajaran, Produksi Video Pembelajaran, Editing Video, Rendering Video dan Publish ke Channel Youtube dan terakhir presentasi dan evaluasi video pembelajaran.

Daniel berharap melalui kegiatan ini dapat memudahkan guru dalam proses belajar mengajar selama pandemi COVID-19 dan juga dapat berbagi informasi serta ilmu yang telah didapatkan selama bimtek kepada guru-guru lain di sekolahnya, khususnya guru yang belum bisa berkesempatan mengikuti bimtek.

BACA JUGA  Pesan Bupati Belitung - Jangan Berburuk Sangka Ditengah Pandemi

“Bimtek ini sebagai alternatif bagi guru dalam memberikan pelajaran secara daring selama BDR jadi diharapkan para peserta dapat mengimbaskan ilmunya kepada teman-teman disekolahnya,” tambahnya. (Aly)

Pembelajaran Tatap Muka Khusus Daerah Tak Berinternet

Sementara itu terkait kendala keterbatasan akses perangkat android ataupun jaringan internet bagi siswa sekolah dasar yang ingin mengikuti video pembelajaran dari rumah, Kepala Bidang Pembinaan Sekolah Dasar Dinas Pendidikan Kabupaten Beltim Alvian menyatakan Dinas Pendidikan memberikan alternatif dengan tetap memperbolehkan pembelajaran tetap muka.

      Dinas Pendidikan mensyaratkan proses pembelajaran tatap muka bisa dilakukan di rumah atau sekolah, dengan batas maksimal 5 siswa. Satu sesi pembelajaran pun hanya dibatasi maksimal dua jam.  

“Namun untuk pembelajaran tatap muka langsung tetap hanya dikhususkan untuk daerah-daerah yang tidak memiliki akses internet atau siswa yang tidak mempunyai hp android. Kalau di luar itu proses pembelajaran jarak jauh,” tegas Alvian.

Diakuinya masih banyak daerah-daerah terpencil di Kabupaten Beltim yang belum memiliki akses internet yang baik. Bahkan di beberapa tempat ada yang tidak ada blank spot atau tidak ada akses sama sekali.

BACA JUGA  Pemdes Juru Seberang Antisipasi Karhutla Memasuki Musim Kemarau

“Makanya kepada sekolah dan guru kita minta harus lebih pro aktif, terutama jika berada di daerah yang internetnya lemah. Guru-guru bisa datang ke rumah siswa, atau dengan seizin orang tua siswa bisa di sekolah namun dengan syarat adanya pembatasan jumlah dan waktu tadi,” jelas Alvian.

Menurut Alvian, selain kendala jaringan internet, keterbatasan (orang tua) siswa yang memiliki gawai android juga membuat pembelajaran jarak jauh. Meski begitu, Dia menyebut jumlah orang tua siswa yang tidak memiliki relatif sedikit dibandingkan dengan yang memiliki perangkat berbasis android.

“Kita pernah melakukan survei pada 2020 lalu, memang masih ada orang tua siswa yang belum punya hp android meski itu di Kecamatan Manggar. Namun jumlahnya tidak terlalu banyak, mayoritas orang tua siswa punya,” ungkap Alvian.(*/MI)

Jounarlis : Risko yogaswara

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.