Pemkab Beltim MOU Program S2 Unpad

0
47

Manggar, Muaraindonesia.com, Bupati Belitung Timur, Yuslih Ihza menandatangani perjanjian kerjasama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Belitung Timur (Beltim) dengan sekolah pascasarjana Universitas Padjajaran (UNPAD) tentang penyelenggaraan pendidikan izin belajar Program Magister bagi pegawai negeri sipil Kabupaten Belitung Timur, (Rabu, 18/11/ 2020).

Dengan ditandantanganinya Perjanjian Kerja Sama bertujuan untuk meningkatkan kompetensi secara optimal kepada Pegawai Negeri Sipil Pemerintah Kabupaten Belitung Timur dan  memberikan kesempatan peningkatan pendidikan bagi pegawai negeri sipil melalui izin belajar pada jenjang Magister di dalam Negeri selama 4 (empat) semester.
Perjanjian kerjasama dengan Nomor : 11/PKS/BT/2020 dan Nomor : 1231/UN6.WR1/PKS/2020 dihadiri oleh Kepala Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kabupaten Belitung Timur, Yuspian, Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Universitas Padjajaran, Arief S Kartasasmitap

BACA JUGA  Pembentukan Satgas Sosialisasi Protokol Covid-19 Provisi Kep.Bangka Belitung

Bupati Belitung Timur, Yuslih menjelaskan untuk jurusan program Pasca Sarjana UNPAD yang dibuka dalam kerjasama saat ini baru terbatas pada dua program studi yaitu, Program Studi Pariwisata Berkelanjutan dan Program Studi Inovasi Regional.

“Mudah-mudahan kerjasama ini kedepan akan dapat berkembang ke program studi lain yang di butuhkan oleh Pemkab Beltim dalam pengembangan SDMnya” ujarnya.

Yuslih juga mengatakan Sebagai daerah kepulauan serta dengan tidak adanya Universitas atau perguruan tinggi, program kerjasama seperti ini sangat perlu dilakukan, apalagi Belitung timur membutuhkan SDM aparatur yang berkualitas menghadapi tantangan pembangunan.

Sementara itu, dalam kesempatan yang sama, Yuspian mengatakan Kerjasama ini merupakan lanjutan dari kerjasama sebelumnya, dimana gelombang pertama sudah dimulai sejak 2018, untuk tahun ini 2020 kembali dibuka gelombang kedua utk kerjasama program pasca kepada beberapa siswa baru.

BACA JUGA  Walau Zona Hijau, Sekolah Tidak Bisa Memaksa Peserta Didik Untuk Tatap Muka

“perlu diinformasikan bahwa setiap gelombang dibuka kesempatan sebanyak 5 peserta saja, untuk gelombang ke dua ini tahapan seleksi sedang berjalan sudah ada beberapa PNS yg mendaftar dan sudah dilakukan seleksi langsung oleh pihak Unpad” ujarnya.

Lebih lanjut Yuspian juga mengatakan nantinya peserta dengan peringkat 5 terbaik yg akan ditetapkan sebagai peserta program kerjasama izin belajar pasca UNPAD, sedangkan sisanya akan kembali diseleksi untuk gelombang berikutnya.

“Mengingat saat ini dalam kondisi pandemi covid19, maka tahapan seleksi siswa dilakukan secara online langsung oleh pihak UNPAD” ujarnya.(*/MI)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.