Kabupaten Beltim Terpilih Masuk dalam Kawasan Pariwisata Prioritas Nasional

0
46

Manggar, Muaraindonesia.com – Direktorat Jenderal Aplikasi Informatika, Kementerian Komunikasi dan Informatika RI memilih Kabupaten Belitung Timur untuk menyusun Master Plan Smart City. Kabupaten Beltim terpilih bersama dengan Kabupaten Belitung dan 50 Kabupaten/Kota lainnya di Indonesia yang masuk dalam Kawasan Pariwisata Prioritas Nasional dan Ibu Kota Negara Baru.

          Dalam Rapat Sosialisasi Smart City pada Kegiatan Penguatan Sistem Inovasi Daerah di Ruang Pertemuan Gunung Lumut Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bappelitbangda) Kabupaten Beltim, Rabu (18/11/20), Sekretaris Bappelitbangda Fauziar mengatakan Kabupaten Beltim masuk dalam penilaian assessment dalam rangka Program Gerakan Menuju smart city. Penilaian dari Kementrian Kominfo RI tersebut telah diselenggarakan secara daring, tanggal 29 September s.d 2 Oktober 2020 lalu.

BACA JUGA  Pemkab Beltim Kembali Sampaikan Hasil Tracking dan Swab

          “Kita masuk menjadi salah satu dari 51 Kabupaten/ Kota se Indonesia yang terpilih untuk menyusun Master Plan Smart City. Di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, hanya Kabupaten Belitung dan Beltim yang terpilih,” ungkap Fauziar.

          Didampingi staf Penelitian dan Pengembangan Marzuki Tambunan, Fauziar mengatakan nantinya Kemenkominfo akan memfasilitasi daerah-daerah yang sudah terpilih guna mengembangkan sendiri visi, strategi dan prioritas smart city nya masing-masing dengan melihat potensi dan permasalahan, kesiapan infrastruktur, serta SDM yang dimiliki.

          “Realisasi penyusunannya di 2021 mendatang. Saat ini kita samakan dulu persepsi dengan OPD terkait agar di tahun depan kita bisa maksimal dalam penyusunan master plannya,” kata Fauziar.

BACA JUGA  DPC PDIP Beltim Fezzi Uktolseja, SE., MM : Siap Memenangkan Pasangan Yuri dan Nurdiansyah.

          Bukan hanya fasilitasi, jika sudah menyusun master plan maka Kabupaten Beltim akan memperoleh dana insentif daerah milyaran rupiah. Anggaran itu diprioritaskan untuk membangun jaringan, sarana prasarana, pengembangan aplikasi hingga inovasi pelayanan.

          “Jadi untuk semua, baik itu pelayanan publik, fasilitas umum, pembuatan aplikasi serta inovasi, yang dapat mendukung kawasan pariwisata,” ujar Fauziar.

          Namun ditekankannya bahwa mengembangkan smart city di Kabupaten Beltim bukan dengan menjadikan IT dan solusi teknologi sebagai tujuan akhir, akan tetapi lebih fokus kepada inovasi dan terobosan untuk menyelesaikan masalah prioritas dan mengembangkan sektor unggulan daerah, berbasis data yang terintegrasi, dan kolaborasi antar sektor.

“Dan tentu saja, pembangunan berbasis smart city secara simultan harus bisa menghasilkan smart people dan smart society,” harapnya.(* / MI )

BACA JUGA  Pers Release Aliansi Cipayung Plus Bangka Belitung

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.