Resesi dan Apa Dampak bagi Pekerja?

0
129

Jakarta, MuaraIndonesia.com – Indonesia Kamis (5/11/2020), telah resmi masuk dalam resesi ekonomi. Presiden Joko Widodo menyebut bahwa pertumbuhan ekonomi RI pada kuartal III tembus minus tiga persen.

Untuk itu netizen wajib mengetahui lebih lanjut tentang resesi ekonomi. Tulisan ini akan mengupas pengertian resesi, penyebab resesi, dan dampak resesi bagi pekerja, supaya paham dan bisa mengambil langkah yang diperlukan.

Pengertian Resesi

Bersumber dari CNBC, menurut definisi National Bureau of Economic Research (NBER) AS, resesi ditunjukkan dengan penurunan aktivitas ekonomi selama berbulan-bulan. 

Secara teknis, penurunan perekonomian, dalam hal ini dilihat dari pendapatan domestik bruto (PDB) dalam dua kuartal berturut-turut bisa disebut resesi.

Sebagai negara berkembang, ekonomi Indonesia ditopang oleh konsumsi domestik dengan kontribusi nyaris 60% dari total output.

Negara-negara dengan ukuran populasi besar seperti Indonesia sebenarnya memiliki keunggulan sehingga dapat meminimalkan dampak resesi global dan diharapkan bisa segera bangkit.

BACA JUGA  Realitas Kapitalisme Timur Tiongkok dan Posisi Dunia Islam (Bagian 2)

Yang disayangkan, ekonomi Indonesia masih bergantung pada komoditas.

Disampaikan lebih lanjut, sumbangsih ekspor terhadap PDB RI mencapai 20%, sementara lebih dari 60% ekspor Tanah Air berupa komoditas yang tak memiliki nilai tambah.

Ketika resesi global terjadi, harga komoditas mengalami penurunan.

Pada akhirnya perekonomian Indonesia pun bisa ikut terdampak akibat penurunan ekspor

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.