KULIAH UMUM MENJAGA TANAH AIR YANG TERSISA DIGELAR KSDA UNMUH BABEL

0
203

Pangkalpinang. MuaraIndonesia. Com. Program Studi Konservasi Sumber Daya Alam (KSDA) Universitas Muhammadiyah Bangka Belitung (UNMUH BABEL) menyelenggarakan Kuliah Umum bertema “Fight for Dignity: Menjaga Tanah Air yang Tersisa” di Ruang Babel I UNMUH BABEL, Rabu (4/11/2020).

Kuliah Umum ini diselenggarakan dalam rangka mengangkat da menyampaikan isu-isu terkait konservasi sumber daya alam dan lingkungan di Bangka Belitung dan Indonesia, dimana mengundang Ketua Yayasan Tarsius Center Indonesia, Budi Setiawan sebagai narasumber.

“Kita harus paham tentang globalisasi, global warming dan climate change. Isu-isu ini harus diterjemahkan, saya pikir hal ini harus dipahami mahasiswa. Cerita seperti carbon trading (emisi karbon) dan carbon offset (pelunasan karbon), ini sesuatu yang menjadi trend dunia yang sebenarnya sangat bisa mengantikan bisnis ekstraktif (dibidang pengambilan kekayaan alam) yang terjadi saat ini”, jelas Budi.

BACA JUGA  Politisi PSI Angkat Bicara Mengenai Penusukan Di Tempat Hiburan Kota Pangkalpinang

Budi Setiawan juga menyatakan bahwa permasalahan lingkungan di Babel harus disikapi secara serius terutama terhadap kisruh penambangan timah di Babel yang semakin tidak terkendali. Babel seharusnya segera bergerak beralih dari penambangan timah ini dan fokus pada alternatif pasca tambang, seperti tourism (parawisata).

“Babel saat ini sedang melirik tourism (pariwisata) untuk menompang ekonomi. Pengembangannya harus berkelanjutan dan berkearifan terhadap alam dan lokal, namun fakta berkata sebaliknya”, pungkas Budi.

Sementara itu, Rektor UNMUH BABEL, Fadillah Sabri mengapresiasi kegiatan kuliah umum yang pertama kali dilaksanakan bagi prodi KSDA UNMUH Babel ini.

“Bagus, apalagi diisi oleh orang yang kompeten tidak hanya teoritis tetapi beliau praktisi langsung. Harapan mahasiswa tidak puas sehingga mereka terus ingin tahu terkait hal-hal yang disampaikan narasumber ini,” kata Fadillah.

BACA JUGA  Pilkades Kabupaten Beltim Jadi Acuan Pilkada

Ia menilai akademisi sangat penting mengetahui dan memahami isu-isu lingkungan ini.

“Semua dibangun dari akademisi, ini tentang empiris, bagaimana nanti kita berkolaborasi dalam teori yang besar tentu dalam menyadarkan masyarakat dan paling penting menyadarkan pemerintah,” tegasnya.

Ketua Prodi Konservasi Sumber Daya Alam (KSDA) UNMUH BABEL, Randi Syafutra mengharapkan Kuliah Umum ini menjadi momentum bagi Prodi KSDA UNMUH BABEL untuk semakin dikenal oleh masyarakat Bangka Belitung dan Indonesia.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.