Serangan Nine Eleven Yang Menggoncang Dunia

0
212

“Hari ini, 11 September 2020, adalah tahun ke 19 pasca peristiwa serangan 9/11 di kota New York. Redaksi muaraindonesia.com memuat tulisan bersambung bapak Imam Shamsi Ali, yang merupakan pengalaman pribadi beliau pada saat kejadian. Tentunya untuk jadi ingatan, karena setelah itu rentetan sejarah duka nestapa melanda dunia islam. Semoga ada hikmah Yang kita ambil”

NewYork, MuaraIndonesia.comOleh Imam Shamsi Ali*

Di pagi itu, seperti biasanya, saya meninggalkan rumah menuju Kantor PTRI (Perwakilan Tetap RI) untuk PBB New York. Walaupun undangan saya untuk hadir ke kota New York menjadi Imam, saya sekaligus bekerja sebagai staf lokal di kantor tersebut. Perjuangan memerlukan dukungan. Dan PTRI sejak awal adalah dukungan dalam perjuangan dakwah saya di Amerika.

BACA JUGA  Sekali lagi, Isu Radikalisme

Hari di pagi itu memang nampak cerah dan ceria. Udara bulan September adalah udara transisi dari musim panas ke musim gugur. Tidak panas menggigit. Tidak juga dingin yang menggigilkan. Langit juga seolah tersenyum dengan warna biru yang menawan.

Seperti biasa saya menaiki kereta bawah tanah (Subway) R dari Astoria menuju Menhattan. Rumah saya memang terletak di Astoria, salah satu bagian dari kota New York yang penghuninya sangat ragam. Di daerah inilah masjid Al-Hikmah, masjid milik warga Muslim Indonesia terletak.

Imam Shamsi Ali (Presiden Nusantara Foundation)
Imam Shamsi Ali (Presiden Nusantara Foundation)

Memang sejak awal kedatangan saya di kota dunia ini saya tidak pernah jauh dari masjid Al-Hikmah. Bahkan Sebelum keluarga saya tiba di kota New York, saya sempat tinggal beberapa waktu di sebuah ruangan di gedung masjid itu.

BACA JUGA  KETIKA PARIWISATA MATI SURI, Koperasi Digital Mungkin Jawabannya !

Tanpa terasa kereta R tiba di Manhattan, pusat kota New York yang dikenal sebagai “City never sleep” (kota yang tak pernah tidur/sepi). Kota yang kerap juga disebut sebagai “belantara beton”. Kota yang memang dikenal sebagai ibukotanya dunia.

Saat itu di hari Selasa, 11 September, waktu pagi hari baru sekitar pukul 8:15 am. Tiba-tiba saja ketika penumpang R train itu keluar dari lobang kereta bawah tanah terjadi teriakan, diiringi suara sirena di mana-mana.

Setiba di luar jalan saya melihat ke arah Downtown (bagian bawah kota), nampak asap mengepul di langit. Suara klakson mobil di mana-mana membuat kota New York yang bising itu semakin bising.

BACA JUGA  BEYOND THE PROFIT (Pesan Heroik dan Magis RUPS LSI Denny JA Juni 2020)

Di mana-mana orang pada bertanya: “what happens?” (Apal yang terjadi?). Jawaban yang saya dengar di mana-mana adalah sedang terjadi kebakaran di gedung WTC (World Trade Center).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.