CEO Airbnb : Pandemi Merubah Wajah Industri Perjalanan Secara Massif

0
248

MuaraIndonesia.com – Butuh waktu yang amat singkat, pada bulan pertama pandemi, Airbnb menghadapi kerugian sebesar $ 1 miliar karena pembatalan pemesanan, yang membuat Chief Executive Officer Brian Chesky menyebut: “Industri perjalanan sudah berakhir”.

Pergi menggunakan pesawat bukan lagi sesuatu yang bisa dilakukan dengan mudah dan membuat rencana perjalanan harus didikte oleh protokol kesehatan.

Beberapa bulan setelahnya, dan pandangannya tidak berubah secara fundamental. Namun, apa yang dulunya terdengar seperti prediksi hari kiamat yang dahsyat pada industri perjalanan, kini memberi jalan pada pandangan tentang bagaimana perjalanan berkembang — bukan sekarat.

Industri perjalanan tidaklah sekarat tetapi mengalami perkembangan akibat dinamika krisis kesehatan ini. Dia menambahkan bahwa industri berjalan sedang mengalami revolusi massif yang akan mengubah wajah industri ini selamanya.

BACA JUGA  Webinar IKMB - BP Geopark; Promosi Internasional Belitong menuju UNESCO Global Geopark

“Ada beberapa hal akan kembali, begitu pula ada hal yang hilang. Mungkin itu akan kembali lebih kuat. Ketika itu kembali, kemungkinan ada yang akan berubah,” katanya, dilansir dari Bloomberg, Sabtu (5/9/2020).

Di antara hal-hal yang diramalnya bakal menghilang yakni over tourism, perjalanan bisnis, dan program loyalitas. Chesky juga menambahkan ada beberapa hal baru yang akan muncul, termasuk destinasi wisata yang tangguh.

Komentar ini muncul di tengah masa krisis perusahaan yang dipimpinnya. Airbnb berhasil mengakhiri musim panas ini dengan kisah dramatis dari penurunan pemesanan kamar 90 persen dan kerugian hingga US$400 juta pada kuartal II/2020 menjadi naik 22 persen pada Juli tahun ini.

BACA JUGA  Undangan Geomythology dan Storytelling @Belitong Geopark

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.