Partai Keadilan Sejahtera Dalam Dinamika Politik 17 Tahun Kabupaten Bangka Barat

0
951

Oleh Nopian

Kader dan Simpatisan PKS

Pangkalpinang. MuaraIndonesia. Com. Partai Keadilan Sejahtera (PKS), sebelumnya bernama Partai Keadilan (PK), adalah sebuah partai politik berbasis Islam yang memiliki perwakilan di parlemen Indonesia. Partai ini berdiri pada 20 April 1998 yang berawal dari gerakan aktivitas dakwah Islam sejak 1980-an. Pemilu 2019 menjadi pemilu kelima yang diikuti partai ini.]

Lahirnya Partai Keadilan Sejahrera Di Bangka Barat, dideklarasikan pada tahun 1999 yang  di prakarsai oleh Alm. Hendra Kurniady, SE, Ak  dengan struktur sebagai Dewan Pimpinan Cabang Mentok dan beliau sekaligus menjabat Ketua DPC.Saat itu Kecamatan Mentok  yang kita kenal masih menjadi bagian dari Kabupaten Bangka.

Pemilihan Umum Dewan Perwakilan Rakyat dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah 1999 diselenggarakan secara serentak pada tanggal 7 Juni 1999 untuk memilih 462 anggota Dewan Perwakilan Rakyat serta anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah se-Indonesia periode 1999-2004. Alm Hendra Kurniady, SE Ak menjadi  salah satu wakil rakyat perwakilan Kecamatan Mentok untuk menduduki kursi DPRD Kabupaten Bangka.

Bangka Barat sebagai Kabupaten Devinitif, Dibentuk berdasarkan Undang-Undang RI Nomor 5 Tahun 2003 Tentang Pembentukan Kabupaten Bangka Selatan, Kabupaten Bangka Tengah, Kabupaten Bangka Barat, dan Kabupaten Belitung Timur di Wilayah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, yang ditetapkan pada tanggal 25 Februari 2003 dalam sidang Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia.

24 Mei 2003, Alm. Drs. H. Syaiful Rachman, MM. dilantik sebagai Penjabat Bupati Bangka Barat oleh Menteri Dalam Negeri RI, Hari Sabarno, bersama 3 tiga Penjabat Bupati lainnya bertempat di Lapangan Merdeka Pangkalpinang. Tanggal ini menandai awal penyelenggaraan pemerintahan di Kabupaten Bangka Barat.

Sejarah mencatat Pemilu dan Pilpres 2004 merupakan tonggak demokratisasi Indonesia pasca-Reformasi. Kala itu untuk pertama kalinya masyarakat Indonesia dapat memilih langsung presiden dan wakil presiden, di samping memilih calon anggota lesgislatif.

Sebelum 2004, pemilihan umum di Indonesia hanya untuk memilih wakil rakyat di DPR, DPRD Provinsi, dan DPRD Kabupaten/Kota. Tradisi politik ini sudah berlangsung sejak pemilu yang pertama di tahun 1955. Sepanjang pemilu Orde Baru hingga 1999 pun rakyat tidak pernah mendapat kesempatan memilih langsung calon kepala negara mereka.

Dengan berpedoman kepada Undang-Undang No.23 Tahun 2003 Tentang Pemilihan Umum Presiden dan Wakil Presiden, Komisi Pemilihan Umum (KPU) berhasil menyelenggarakan pilpres langsung pada pertengahan 2004. Pilpres pada Pemilu 2004 diselenggarakan sebanyak dua putaran dan menjadi bagian dari rangkaian sembilan tahap Pemilihan Umum Legislatif 2004.

Pada Pemilu 2004, Partai Keadilan Sejahtera Bangka Barat berhasil menjadi salah satu kekuatan politik terbesar didaerah Kabupaten dengan menempatkan 4 wakil di DPRD Kabupaten dan 1 Wakil Rakyat di Provinsi Kep. Bangka Belitung. Sekaligus Kursi Wakil Ketua 1 DPRD menjadi milik PKS. Dan keberhasilan capaian Partai Keadilan Sejahtera pastinya sangat mempengaruhi arah politik kebijakan dan arah pembagunan daerah sebagai Daerah Kabupaten Pemekaran di Provinsi ini.

Pada 2004, dilakukan revisi UU hingga terbitnya UU Nomor 32 tahun 2004 yang mengatur pemilihan kepala daerah secara langsung.Calon diusulkan oleh partai politik atau gabungan dari partai politik.

Rakyat diberikan kesempatan langsung untuk menentukan kepala daerah sesuai dengan pilihannya.

Pada Pilkada  Pertama Tahun 2005,Kabupaten Bangka Barat, Partai Keadilan Sejahtera mengusung Pasangan Alm. Parhan Ali.MM berpasangan dengan Kader Terbaik PKS saat itu yang duduk sebagai Anggota Legislatif DPRD Provinsi yaitu. Utz. H. Zuhri Syazali, Lc.Ma sebagai Calon Wakil Bupati. Dan saat itu pasangan ini menjadi Pemenang dalam Pilkada tersebut serta menjadi menjadi Bupati dan Wakil Bupati Periode 2005 – 2010.

Torehan keberhasil sebagai Partai Politik PKS yang sebagai Partai Kader serta dukungan luas masyarakat Bangka Barat , tidak hanya berawal dari penyelenggaraan Pilkada 2005, tetapi berlanjut pada perolehan suara pada Pemilu legislatif 2009, walau ada perubahan aturan tentang Perolehan Suara dari nomor urut menjadi Perolehan suara terbanyak, tidak membuat Partai ini berkurang dukungannya, dan tetap berhasil memperoleh 4 Kursi DPRD Kabupaten , dan 1 Kursi DPRD Provinsi.

Regenerasi Kader berlanjut dimana nama salah satu kader PKS yaitu,Samsir, S.pd  menjadi bagian dari anggota DPRD Kabupaten Bangka Barat Periode 2009-2014 untuk Dapil Jebus, yang memberikan warna baru bagi Lembaga Legislatif dan Pemerintahan Bangka Barat saat itu.

Pemilihan Umum Kepala Daerah juga menjadi tolak.ukur bagi Partai Politik untuk menempatkan Kader Terbaiknya dalam Ranah Eksekutif, karenanya setiap Pilkada , akan menyajikan pertarungan yang sangat menarik bukan hanya sekeder berhitung besarnya jumlah perolehan kursi DPRD, tetapi lebih dari itu. Karena Kepala.Daerah Baik itu Bupati/walikota atau Gubernur merupakan Pemimpin Pemerintahan Otonomi Daerah yang memiliki Kekuasaan Pemerintahan yang diberikan kewenangan sesuai UU dan Peraturan laiinya.

Pilkada 2010, PKS mengusung calon bupati   dan wakil Bupati Koalisi PKS dan Hanura ,yaitu Wakil Bupati Periode sebelumnya yaitu Utz.H. Zuhri Syazali, Lc.Ma berpasangan dengan Kader Hanura  waktu itu H. Sukirman (Aleg DPRD Kab 2009-2014) untuk bersaing dengan pertahana Alm.Parhan Ali yang berpasangan dengan H. Erwan Masri, yang salah satu diusung oleh Partai Demokrat dan 2 Paslon lainnya untuk bersaing memperoleh mandat masyarakat.

Kemenangan PKS dalam Pemilukada 2010 pada akhirnya harus ditempuh oleh Keputusan MK atas Gugatan Paslon Pertahana.

Adapun  perolehan suara bagi peserta Pemilukada Bangka Barat tahun 2010, yaitu:

1. Pasangan Calon Herwanto Soeroso dan H Izhan Fathoni Said sebanyak 5.384 suara

2. Pasangan Calon H Parhan Ali dan H Erwan Masri sebanyak 32.150 suara

3. Pasangan Calon H Bayodandari dan Sopian sebanyak 4.498 suara

4. Pasangan Calon H Zuhri M Syazali dan H Sukirman sebanyak 32.279 suara.

Kepercayaan masyarakat Bangka Barat tidak berhenti pada proses Pilkada saja, pada Pileg 2014-2019. Partai PKS kembali mendapatkan mandat masyarakat dengan memperoleh 5 Kursi DPRD Kabupaten dan menempatkan 1 Kader Terbaiknyan di DPRD Provinsi yaitu : Bong Ming Ming, SE sebagai legialator dan memperjuangkan Aspirasi Masyarakat di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Perjuangan kader PKS terus berlanjut, pada pilkada 2015 , Partai PKS dengan Perolehan 5 Kursi. PKS mengusung tampa Koalisi , dengan Mengajukan Pertahana bersama H. Syaiful Fakkah saat itu Aleg PKS periode 2015-2020, sebagai pasangannya. Saat itu 2 Paslon lainnya yaitu : – Alm. Parhan Ali dan Markus (Koalisi PDIP,Hanura,PAN) . –  H. Sukirman dan  Safri Arsyat ( Koalisi Nasdem, Demokrat, Gerindra, PBB). Dan pada pilkada ini kembali Alm. Parhan Ali dan Markus, SH berhasil mendapat dukungan dan menjadi pemenang Pemilukada 2015-2020 untuk memimpin Pemerintahan Bangka Barat.

Proses ini, menjadi pelajaran berharga bagi PKS dalam proses berdemokrasi dan proses politik untuk mendapatkan kepercayaan masyarakat. Dan di masa inipun tidak membuat para kader dan simpatisan PKS Bangka Barat melemah justru pengalaman berharga ini , membuat politisi PKS semakin matang dalam berpolitik dan tetap istiqomah memperjuangkan aspirasi dan keinginan masyarakat. Karena sesumgguhnya bagi Kader PKS amanah bukanlah sebagai Pujian terapi sebagai Ujian dan kesempatan menebar kebaikan.

Jumat, 1 Februari  2019  ” Bangka Barat Berduka “, Partai Keadilan Sejahtera Bangka Barat harus Kehilangan Kader Terbaikmya yaitu Alm. Hendra Kurniady. SE bersama itu juga Bupati Bangka Barat yaitu Alm H. Parhan Ali, menghadap Sang Pencipta dan Menghabiskan masa tugas Dunianya.

Tetapi Kehilangan kedua Tokoh Bangka Barat ini tidak hanya dirasakan oleh Seluruh Kader dan Simpatisan PKS saja tetapi juga seluruh masyarakat Bangka Barat pada umumnya. Ke 2 Tokoh ini telah memberikan sumbagsih terbaiknya bagi Arah Pembagunan Bangka Barat.

Ketokohan Alm Hendra Kurniady, sebagai Kader Partai PKS menjadi Tauladan bagi seluruh kader dan simpatisan, sikap yang hamble, cerdas dan tegas menjadi  Semangat  Bagi Kader PKS dan Cita Cira beliau ingin menjadikan Bangka Barat sebagai Daerah Maju dan Sejahtera Rakyatnya dibidang Perkebunan dan Industri harus di teruskan oleh Penerusnya.

Pemilu  2019, ujian terberat PKS Bangka Barat , baru kehilangan seorang Kader terbaiknya harus tetap berjuang untuk memperoleh mandat masyarakat di Legislator Daerah , Pusat dan sekaligus Presiden. Untuk DPRD Kabupaten PKS menempat 1 Wakil di setiap Dapil dan 1 Wakil DPRD Provinsi.

Melalui Kontestasi Pilkada 2020 ini, PKS sebagai Partai Politik dan Partai Kader tentunya akan mengambil bagian dalam proses demokrasi dalam pemilhan langsung kepala daerah. Ditambah dengan pengalaman berkonstestasi tentunya PKS mendengar aspirasi kader dan simpatisan serta masyarakat untuk tetap ambil bagian dalam Pemilukada ini dengan menawarkan kepada masyarakat sebagai pemilik mandat yaitu Kader terbaiknya yang memiliki integritas , serta kapabilitas.sebagai Calon Bupati/Wakil.Bupati, tentunya tetap melalukan komunikasi politik dengan Partai lain yang memiliki kesepahaman dalam kerangka arah pembangunan Bangka Barat kedepanMenuju Bangka Barat Baru dan Maju

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.