Pertumbuhan GDP Kuartal ke II 2020 Minus, Sektor Pertanian Malah Tumbuh Positif

0
589

MuaraIndonesia.com, Oleh Farid Gaban (Wartawan Senior)

PERTANIAN ADALAH KUNCI. Kemarin Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan bahwa pertumbuhan GDP kita pada kwartal II tahun ini minus 5,32%. Jika kuartal depan juga minus, ekonomi Indonesia resmi terjerembab ke dalam resesi.

Saya tidak terlalu senang mengunggulkan GDP sebagai ukuran sukses (atau gagal) pembangunan. Tapi, jika melihat lebih detil data ini, kita sedikit punya gambaran tentang apa yang semestinya dilakukan. Tak hanya di musim wabah dan resesi, tapi dalam mengubah paradigma pembangunan kita keseluruhan.

Kita harus melihat GDP dalam detil per sektornya, bukan sekadar agregat keseluruhan. Dari data di bawah kita bisa melihat bahwa sektor pertanian (paling kiri) justru tumbuh positif (16%) sementara sebagian besar sektor lain rontok ke arah minus.

BACA JUGA  Resesi Ekonomi Dunia, Saatnya Kembali Ke Sistem Ekonomi Islam

Padahal, inilah sektor yang cenderung dipandang sebelah mata oleh para ekonom dan pengambil kebijakan. Beberapa tahun lalu misalnya, Menteri Chatib Basri, Menteri Ekonomi-Keuangan di masa Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, mengatakan pertanian sebaiknya kita abaikan saja karena sumbangannya terhadap GDP relatif kecil.

Chatib Basri menyarankan agar Indonesia mendorong sektor manufaktur atau lainnya. Pemerintahan Joko Widodo, yang nampak lebih obsesif terhadap pertumbuhan GDP, melanjutkan kebijakan itu dengan lebih agresif: menggenjot sektor transportasi, manufaktur, dan pariwisata; dan cenderung menganak-tirikan pertanian dan perikanan.

Chatib Basri benar untuk sebagian. Sumbangan sektor pertanian/perikanan kita terhadap GDP memang terus merosot dari tahun ke tahun dan kini hanya sekitar 13%. Tapi, itu semestinya bukan alasan untuk mengabaikannya. Justru memacu kita untuk memperkuatnya.

BACA JUGA  9 Bisnis yang Berkembang dalam Resesi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.